warungwarung

Warung Telaga Cinta, Heh??

In makan disini aja, Sendok on January 19, 2011 at 3:38 pm

Namanya Nasi Pecel Tumpang Telaga Cinta. Dijaga oleh tiga orang. Satu mbak yang masih muda putih dan ramah, satu bapak yang agak gemuk pendek dan ramah, dan satu lagi mbok yang moleh, ngak tau ramah atau ngak karena dia lagi sibuk masak. Terletak nun jauh di pelosok Surabaya, tepatnya sambikerep sekitar sejam dari pusat Kota. Jangan minta peta ke saya, saya ngak hapal.

Ini kedua kalinya saya mampir dan tanpa di sangka si Mbak masih inget saya. Padahal 2 bulan yang lalu. Pilihan makanannya lumayan, meski tidak melimpah. Saya memilih sayur lodeh, ayam goreng, telor dadar yg di potong segitiga, perkedel – sebenarnya saya ngak minta tapi ditawari, ya sudah saya bilang iya dan tempe yang saya tidak pilih, tapi mbaknya ngak sengaja menaruhnya dalam piring pesenan saya dan baru ngeh ketika mau nyendok untuk ketiga kalinya 🙂 saya bilang ngak apa apa. “maaf ya, Mas” katanya.

Rasanya enaknya ditambah saya emang lapar jadinya ueeenak meskipun saya makan dengan sendok dan garpu yg tangkai sudah bengkok :). Selesai makan, saya duduk duduk sebentar sambil melihat sekeliling meja. Ada krupuk yg ditaruh di kaleng besar berjejer tiga. Hong kue warna pastel. Ada juga krupuk yg dibungkus dalam plastik kecil kecil di gantung di kayu melintang di atas meja.

Warung sederhana, dan sepertinya cukup dikenal sama masyarakat sekitar. Bisa diliat dari percakapan yg akrab antara pemilik dengan pelanggan. Meski saya ngak ngerti bahasa jawa, tapi dari ekspresinya keliatan mereka saling mengenal satu sama lain.

“Dari mana, Mas?” tanya si mbak ke saya

“Bali, mbak”

“Oh Mbali” katanya lagi

“Heh? ngak pake M, mbak” senyum saya

“Saya Jawa, Mas” Katanya menjelaskan tambahan kata “M”

“Oh gitu ya, Bak” kata saya

Giliran si mbak yang meng-heh, “Heh?”

“Saya bukan jawa, M nya saya buang” jawab saya becanda

“hahahahhahah” kami berdua tertawa, termasuk juga 5 pelanggan yg lainnya.

Saya lupa menanyakan nama “Telaga Cinta” ke mbaknya, tapi dari pengamatan saya sih, mungkin karena ada empang di belakang warung dan banyak pelanggan yang jatuh cinta sama si mbak, tapi ditolak terus terjun ke empang. Supaya kedengaran halus, empang diganti telaga. jadi deh Telaga Cinta 🙂 Heh??

Gun

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: