warungwarung

Vanilla and Vierra

In sumpit on January 21, 2011 at 11:45 am

aku takut kamu pergi

kamu hilang

kamu sakit

aku ingin kau di sini

disampingku selamanya

—-Vierra

Tergurat segaris senyum di bibir, lebih mirip perih.

Saya tidak pernah memiliki, tapi takut kehilangan.

itu kah namanya harapan?

beberapa orang mungkin menyebutnya mimpi,

yang kala malam kita peluk erat dan tak berharap pagi akan datang

karena tak suka mimpi direnggut.

Untuk beberapa yang ekstrem berkata dengan marah

“aku tak mau diganggu”

“kan ku lempar matahari, supaya gelap merayap”

Wussss, batu melayang, kemudian

jatuh bebas mengenai muka si marah

kita, terkadang lupa mimpi tak bisa digenggam, dipeluk atau pun dicium

tapi kita sering mengejarnya….

Teh saya mulai dingin, vanilla tanpa gula. Tentu saja tidak manis, tidak pahit tapi haruuuum, seperti sebagian rasa di hidup saya. Lempeeeeeeng, tapi haruuuum 🙂

Gun

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: