warungwarung

Choco granule saya tidak berbentuk hati

In sumpit on January 30, 2011 at 4:15 am

Good morning!

Berapa kali ya saya ngomongin sarapan? 2? Atau mungkin lebih? Sama seperti pagi yang selalu datang berulang, begitu juga sarapan. Berulang terus sampe mungkin suatu saat pagi hilang. Kalo pagi hilang mungkin hilang juga saat saat kita memulai harapan dari doa doa lirih semalam.
Untungnya Hari ini pagi tidak hilang, meskipun awan kelabu menggelayut, siap siap menumpahkan kumpulan air mata dari orang orang yang berdoa sendu semalam… Ayo siapa yg mewek? πŸ™‚

Pagi ini saya tidak memulai harapan jadi saya ngak perlu buru buru. Berusaha menikmati hal hal yang tidak begitu suka saya lakukan seperti bangun tidur tentunya yang pertama, ngasi makan anjing – saya yakin anjing anjing saya benci hari minggu karena mereka akan hanya makan makanan kering. Sorry -, ngasi makan ikan, nyiapin sarapan biarpun untuk diri sendiri.

Tapi seperti yang saya bilang tadi, saya ingin menikmati pagi tanpa harapan, ketimbang bengong saya cuci bersih mangkok mangkok dan sendok pengaduk makanan anjing nyatu sama piring dan sendok makan saya sendiri – sehabis dipake semalem, mungkin tidak higienis tapi toh mereka sering jilat jilat muka saya, ngak ada bedanya kan? Setelah bersih, saya jemur mangkok mereka sebentar supaya makanan keringnya tidak lengket karena basah.

Sambil nunggu mangkoknya kering saya ngasi ikan makan. Sepertinya jadi rutinitas menyenangkan bagi koi koi ini setiap pagi, bergerombol berenang kepermukaan dan kepala disundul sundul ke atas air dengan mulut megap megap berharap makanan segera dilempar. Sering lemparan makanannya saya tunda dan ngajak mereka ngobrol dulu, entah mereka ngerti bahasa Indonesia, mereka jadi lebih panik dan berebutan mengangkat kepala bahkan seluruh badan ke atas air. Kalo udah gini saya buru buru menaburi makanannya, takut mereka nekat loncat nanti ngak bisa napas, mati. Abis itu mereka pasti tenang, kenyang dan berenang menjauh ngak peduli saya masih ada nungguin untuk ngobrol lebih panjang.

Lain ikan lain juga anjing, meski sama sama berharap dikasi makan di pagi hari, mereka tidak sebergairah koi. Malah lebih seneng diajak main dulu, badannya ditiduri dengan kaki di atas minta perutnya dikitik kitik. Masa bodo amat sama makanan yang sudah saya tuang di mangkok mereka.

Setelah saya merasa berjasa telah menyuapi beberapa mulut sekarang giliran saya untuk makan. Tidak pernah ada menu ini di pagi pagi sebelumnya: pisang bakar dengan taburan keju seabreg abreg dan cappuccino panas dengan taburan granule yang inginnya berbentuk hati, apa daya jadinya ngak jelas:)
Sebelum suapan pertama saya berpikir, enak juga memulai hari tanpa harapan, dan memberikan apa yang menjadi harapan orang atau suatu lain, seperti anjing saya yg berharap dari semalam dikasi makan dan diajak main, dan ikan koi yang berharap ditaburi makanan tanpa ada sesi ngobrol panjang panjang di depan.

Pagi tidak selalu dimulai dengan mengejar harapan, berbagi yang remeh pun cukup apalagi di hari Minggu cerah πŸ™‚

Happy Sunday to all friends, dogs and fishes πŸ™‚

Gun – letting it go

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: