warungwarung

I love food, ayo makan (3)

In makan disini aja on January 30, 2011 at 6:35 am

SATU UNTUK SEMUA @WARUNG BUNI

Saya sebenarnya tidak tau nama warungnya karena emang ngak ada papan namanya. Saya sebut buni karena tempatnya dulu deket banjar buni kuta. Sekarang sudah pindah ke jalan pantai, dari bemo corner ke arah denpasar, sebelah kanan jalan dan masih tetep ngak pake papan nama πŸ™‚


Ini warung khas makanan Bali tanpa babi. Yang punya Ibu dari Karangasem, merantau ke Kuta dan membuka warung makan. Sebagaimana makanan Bali, tentu saja rempah rempah ajubilah banyaknya – base genep kata orang Bali atau ada yang bilang base gede yang artinya kira kira bumbu lengkap (lengkap dengan “dakin lima” atau kotoran tangan…heheheheh orang bali kan jarang pake sendok).

Ada komentar menarik dari seorang bapak yg kebetulan ayah dari temen SD saya, “warung ini sepertinya make satu jenis bumbu untuk semua. Makan ayam, makan tempe, makan udang rasa bumbunya sama” hahahahha. Kalo menurut saya ngak seperti itu. Secara tempenya digoreng kering pake bawang putih sama sedikit kecap, bagaimana mungkin rasanya sama dengan ayam bumbu kalas bali. Palingan si bapak kebanyakan nyiram nasinya dengan kuah komoh – mirip kaldu, cuma dagingnya diperas sampai airnya abis dan dagingnya dipake untuk campuran lawar – ya jelaslah rasanya sama semua.

Tidak setiap hari ada komoh, seperti terakhir saya makan di sini, komohnya tidak ada. Saya makan be siap base kalas – mirip kare ayam dengan kuah santan kuning yang sangaaat kental dan rasa rempa

h yang kuat , jukut kalas – kacang panjang disiram bumbu kalas kemudian dibejek pake tangan supaya kacang panjangnya agak letoy :), nangka – dikalas juga cuma kuahnya lebih encer heheheheh, tum ayam – yang ini ngak dikalas kok, ayam cincang kasar dibungkus pake daun pisang trus dikukus, kulit ayam digoreng kering dan… apa lagi yah?Β  Setelah melihat menu yang saya makan ini, kalo dipikir pikir bener juga kata si bapak, bukan komoh tapi kali ini bumbu kalas untuk semua πŸ™‚

Selain jualan nasi Bali, warung ini juga jual godoh (pisang, ketela kadang nangka goreng dibalut tepung), pisang rebus, jagung rebus, singkong rebus, urap jagung manis (tau kan? jagung rebus yang dipisah dari bonggolnya, dicampur dengan parutan kelapa dan ditambah gula pasir sedikit), sumping biu (nagasari), sumping waluh (nagasari cuma isinya labu). Datenglah ke sana sejam sebelum makan siang, biasanya penganannya masih anget, seru dimakan bareng kopi. Enyak enyak!

Eh satu lagi, warung ini tidak punya meja kasir, jadi kalo ada yang bayar, uangnya ditaruh dalam baskom kecil bermotif bunga ditutupi piring seng motif bunga bunga juga dan di atas piring ada canangnya. Sukses ya Bu πŸ™‚

 

 

 

Gun – it is not New York, but Kuta for some people, a place to chase their dreams.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: